/10+ Cara untuk Melindungi Privasi Anda (Terutama di Dunia Maya)
privais gambar

10+ Cara untuk Melindungi Privasi Anda (Terutama di Dunia Maya)

Pendahuluan

Akhir-akhir ini sobat Emulatoria.id sudah pasti mendengar isu bahwa data registerasi nomor prabayar bocor kan? berita yang sering kali menyebar di media sosial dan grup-grup chat ini memang sangatlah menakutkan jika memang terjadi karena efeknya yang akan berdampak luas pada kehidupan kita, karena semisal saja nomor kita diregistrasi oleh orang lain yang berniat untuk melakukan tindakan melawan hukum maka kita pun bisa-bisa tersangkut dalam kasus tersebut kan? Nah, belum lagi kalau data NIK KTP dan KK bocor, tentunya sangatlah berbahaya karena KTP dan KK biasanya kita pergunakan untuk mengurus berbagai administrasi, dan tentunya kita tidak menginginkannya jatuh ditangan orang yang berniat jahat!

Nah, pada artikel kali ini, pertama-tama mimin ingin mengclearkan dulu bahwa sampai sekarang belum ada bukti otentik kalau data registrasi SIM prabayar (KK + KTP) ini memang bocor, jadi mimin tidak berspekulasi akan hal ini. Namun, mimin akan memberikan analisis bagi kalian, mengapa bisa terjadi kasus yang santer kita dengar belakangan ini (1 NIK dipakai 50 nomor)! Mimin tidak mengklaim bahwa hal tersebut yang memang terjadi seperti analisis mimin namun lebih pada kemungkinan mengapa hal tersebut bisa terjadi !

Mengapa Kasus ini Bisa Terjadi?

Pada kasus 1 NIK yang dipakai untuk mendaftar 50+ Nomor HP, mimin memulai investigasi dengan mencoba melakukan pencarian gambar pada mbah gugel dengan query “Kartu Keluarga”, “KTP”, dan “eKTP”, nah ternyata, diluar perkiraan mimin, sangatlah banyak screenshot baik dari kartu keluarga dan ektp yang sangat jelas nama, NIK, dan nomor KK nya tanpa diblur. Setelah mimin mencoba mengecek salah satu screenshot kartu keluarga dan melihat daftar nomor yang dipakai untuk registrasi dari NIK yang bersangkutan, ternyata memang benar bahwa NIK tersebut sudah dipakai untuk registrasi 50+ Nomor.

Pertanyaaannya, Mengapa Hal ini Bisa Terjadi ? Mimin tidak bisa memastikan ya, tapi kemungkinan besar jawabannya adalah karena KK orang tersebut diupload di Internet tanpa diblur sehingga bisa dipakai oleh siapa saja tanpa perlu adanya kebocoran data pendaftaran SIM prabayar. Kalau sudah begini repot, karena walaupun kita hapus semua nomor HP yang teregistrasi pada NIK itu, setiap orang yang sudah terlanjur tahu no KK dan NIK yang bersangkutan tetap bisa melakukan registrasi nomor HP kembali karena by system tidak ada verfikasi pada pemilik no KK dan NIK bila ada nomor yang didaftarkan, dan tidak mungkin pula si pemilik NIK mengecek secara terus menerus nomor mana yang memakai NIK nya. Dari sini, kita bisa melihat bahwa kesadaran mengenai pengamanan privasi oleh mayoritas orang Indonesia masih belum terlalu tinggi, merujuk pada hasil pencarian google dengan ketiga query tersebut. Nah oleh karena itu, pelajaran yang kita peroleh dari kasus ini adlaah untuk tidak gampang mengupload dokumen-dokumen penting kita di Internet dan apabila memang harus, berilah blur pada dokumen kita tersebut.

Kasus registrasi 50+ Nomor HP dengan 1 NIK ini sebenarnya hanya permukaan gunung es dari kesadaran kita mengenai privasi yang masih kurang ! Karena, bukan hanya dari sana sebenarnya potensi data pribadi kita dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, namun juga dari platform lain yang sering kita pergunakan misalnya saja, media sosial dan website-website lainnya dengan berbagai macam teknik, mulai dari data gathering, sampai phising, dan social engineering.

10+ Tips Mengamankan Privasimu

Nah, untuk itu, mimin akan memberikan 10 tips singkat untuk meningkatkan kemananan privasimu

1. Selalu Encrypt pesan yang kamu kirimkan.

Jika kamu pengguna aplikasi pertukaran pesan misal WhatsApp, Telegram, Signal dan lainnya gunakan fitur end-to-end encryption ataupun yang setara, agar pesan yang kalian kirim hanya bisa dibaca oleh pihak yang memang kalian kriimi pesan, dan tidak dibajak (dikuping) di tengah transimisi. Untuk email, kamu bisa menggunakan email provider seperti Protonmail.

2. Jangan terlalu suka mengisi profil di media sosial kalian.

Mudah tapi Susah kan untuk dilakukan? Zaman sekarang kebanyakan orang mengisi profil di media sosial nya terlalu “lengkap”. Bukannya mimin mengatakan bahwa hal itu salah, enggak sih ya. Tapi, potensi informasi yang kamu tuliskan di profilemu dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab akan semakin besar dan meyakinkan apabila kamu mengisinya terlalu lengkap. Contoh kasus nyatanya, dulu akun teman mimin dibajak oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk meminta pulsa pada banyak teman di media sosialnya. Mengapa bisa? karena ternyata dia menggunakan password yang berisi data pribadi dia yang bisa diakses oleh semua orang di media sosial itu juga. Dan ternyata, banyak orang juga yang percaya dan memberikan pulsa pada *orang yang tidak dikenall* yang memakai akun teman mimin ini. Aneh bukan? Bukan hanya itu, jika ada orang yang berniat untuk mencari informasi lebih dalam mengenai seseorang, mereka bisa menggunakan teknik triangulation untuk menemukan orang yang dicari, alamat, dan informasi-informasi lain yang diinginkan, serem kan? Lagian apa gunanya sih mengisi profil pribadi di halaman media sosial kalian?

3. Gunakan fitur Private Browsing / Tor.

Bagi kalian yang belum tahu, hampir setiap website mengumpulkan cookie dari para pengunjungnya yang berfungsi untuk berbagai hal, antara lain untuk tahu halaman mana yang kamu kunjungi, apa yang kamu suka, berapa kali kamu mengunjungi halaman tersebut, apa yang kamu cari, dan banyak hal yang lain. Jika semua informasi ini dikumpulkan, maka paling tidak mereka akan tahu apa yang kamu suka, hobimu, usiamu, dan mungkin bahkan pekerjaanmu. Oleh karena itu, gunakanlah fitur private browsing ataupun browser Tor. Dan jika, kamu merasa perlu untuk menyembunyikan IP Addressmu, kamu bisa menggunakan VPN.

4. Jangan suka mengupload foto KTP, KK, Ijazah, Paspor, dan Dokumen Penting Lainnya.

Nah ini, seperti yang baru kita bahas diatas, kemungkinan terjadinya registerasi 50+ No HP di 1 NIK adalah karena diuploadnya gambar KK (Kartu Keluarga) ke Internet dan informasi itulah yang digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, untuk menghindari potensi kejadian yang tidak diinginkan mending ga usah upload dokumen-dokumen di Internet ya.

5. Jawablah dengan bohong pertanyaan pengaman (security question).

Di beberapa situs, Dalam proses pembuatan akun, kita disuruh untuk memasukan pertanyaan pengaman yang berfungsi untuk mengakses akun kita jika kita lupa password ataupun menghalangi akses orang yang tidak bertanggung jawab. Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti Nama Ibu, Warna Kesukaan, dan Hewan Favorit, Tempat Kelahiran Ibu memang berguna waktu sosial media masih belum menjadi trend. Namun sekarang, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu sudah bisa ditemukan dengan sedikit usaha pencarian. Oleh karena itu, jawablah pertanyaan tersebut dengan bohong.

6. Gunakan 2FA.

2FA (Two Factor Authentication) berfungsi sebagai pagar pengaman kedua data kita dari akses orang yang tidak bertanggung jawab. Karena sekalipun orang tersebut mengetahui password kita, tanpa kode yang terkirim ke HP / token kita dengan fasilitas 2FA, mereka tidak akan dapat melakukan apapun.

7. Jangan gunakan WiFi publik untuk mengakses informasi rahasia.

Internet gratis memang mengasyikan bukan? Namun sering kali, spot-spot internet gratis inilah yang dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyusup pada perangkat kita ataupun merekam segala yang kita kirim melalui internet, termasuk password dan data pribadi kita.

8. Pastikan software / program kalian up to date.

Sering kali kita malas melakukan update karena menghabiskan quota ataupun malas menunggu. Namun, sebaiknya kalian mengupdate semua software kalian karena jika ada celah keamanan, dan kalian tidak melakukan update maka perangkat kalian akan rentan dari serangan digital.

9. Pastikan anda memasukan ID dan password anda di website yang benar.

Sering kali orang yang tidak bertanggung jawab akan membuat website yang sangat mirip dengan website aslinya untuk mendapatkan ID, Password dari pengguna website aslinya, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal (phising). Misalnya jika kalian mengunjungi situs toko online yang bernama ONLINESHOP.COM, pastikan bahwa memang itu website yang benar bukan ONILNESHOP.COM (website phising) (misalnya).

10. Gunakan akal sehat sebelum mendownload / menggunakan sofware / mengunjungi situs.

Jika ada sofware / program / situs yang menwarkan akan menggandakan uang dalam rekening anda / saldo toko online kalian, dengan syarat kalian harus memasukan ID dan Password kalian, maka 100% situs itu adalah scam yang bertujuan untuk mengambil data kalian.

Kesimpulan

Nah itu dia sobat Emulatoria.id 10+ Cara Untuk Melindungi Privasi Kalian! Namun Tentunya yang paling penting adalah untuk selalu berpikir dengan akal sehat dan logis sebelum memberikan / memasukan data / dokumen penting kalian. Untuk informasi terupdate mengenai Android, Emualtor, Anime, dan Sekuriti PC selalu kunjungi Emulatoria.id